Bimbingan dan Konseling



TINJAUAN TENTANG MANAJEMEN SEKOLAH


Pembahasannya adalah
1.      Pembahasan  sekitar  Manajemen
1)      Pengelolaan sumber daya manusia dan pemanfaatan (SDM dan SDA) secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan yang telah disepakati
2)      Secara umum diartikan sebagai optimalisasi sumber-sumber daya dan pengelolaan dan pengendalian
3)      Stoner (1981:102) : management is the process of planning, organizing, leading and controlling the effort of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals
2.      Bahwa implementasi manajemen sekolah sampai dewasa ini belum memiliki profil yang jelas. Masih banyak yang bersifat teoritik dan retorikal. Semua konsep dan pemaknaan manajemen sekolah belum mencerminkan kualitas yang harus menjadi tujuan setiap sekolah.
3.      Manajemen sekolah : upaya-upaya yang dilakukan Kepala Sekolah beserta jajarannya untuk mengelola dan memanfaatkan SDM dan sumber daya lainnya guna mencapai tujuan sekolah
4.      Manajemen sekolah di Indonesia semenjak tahun 1999 menggunakan istilah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan MPMBS (manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah)
5.      Komponen manajemen sekolah adalah berkaitan dengan masalah : (terlampir)
1)      Kurikulum
2)      Personalia
3)      Kesiswaan
4)      Tata laksana sekolah
5)      Sarpras sekolah
6)      Keuangan
7)      Bimbingan dan konseling
8)      Organisasi
9)      Humas
10)  Mutu sekolah
6.      Lingkup Manajemen
1)      Perencanan meliputi : (1) adanya kejelasan arah pelaksanaan program ;                          (2) adanya kemudahan mengontrol dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan ; dan (3) terlaksananya program kegaitan secara lancar, efektif dan efisien
2)      Pengorganisasian meliputi : upaya melibatkan seluruh unsur sekolah yang didasarkan kepada TUPOKSI (Kaset, Wakasek, Wali kelas, guru pembimbing, pembina kegiatan kesiswaan, staf administrasi, dll)
3)      Pengarahan : fase kegiatan manajemen yang berkaitan dengan fungsi komando, kontrol, koordinasi, dan stimulasi. Dalam konteks ini tetap harus berfokus kepada mitra kerja, bukan antara atasan dan bawahan. Fungsi ini penting karena : (1) untuk menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi dengan seluruh staf ; (2) motivasi kepada seluruh staf ; (3) memperlancar dan efektifitas pelaksanaan program
4)      Supervisi mencakup (1) kontrol kualitas yang telah direncanakan dalam kerangka pemeliharaan, penyelenggaraan, dan antisipasi perubahan,                         (2) melakukan perubahan/ inovasi model penataan organisasi dan perilaku SDM sesuai tuntutan stakeholders
5)      Penilaian merupakan upaya, dan tindakan atau proses manajemen terkait dengan penetapan derajat kualitas kemajuan kegiatan. Dua bentuk penilaian yaitu : penilaian proses dan penilaian hasil yang terdiri atas :
(1)    kesesuaian antara program dengan pelaksanaan
(2)    keterlaksanaan program
(3)    hambatan yang dijumpai secara empirik
(4)    dalam kegiatan kepada proses
(5)    respon stakeholders
(6)    perubahan perilaku dan learning organization
(7)    keberhasilan siswa dalam menamatkan pendidikannya
7.      Hal lain yang amat terasa penting
1)      Prinsip pendidikan adalah pemanusiaan manusia, pembudayaan manusia, dan peng “Indonesiaan” manusia Indonesia. Kondisi bangsa dewasa ini sangat membutuhkan positioning ruh pendidikan sehingga memiliki Core Values yang jelas
2)      Pendidikan adalah instrumen pemerintah agar rakyatnya menjadi berbudaya, menjadi cerdas, trampil dan dapat hidup layak. Pendidikan yang baik apabila hasil pendidikannya dapat menjadikan manusianya memiliki Life Skills; tidak bodoh dan tidak miskin serta dapat mengantisipasi perubahan
3)      Otonomi pendidikan adalah agar pelayanan pendidikan menjadi lebih dekat, lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan manusiannya. Semua ini membutuhkan kesadaran terhadap pentingnya manajemen sekolah berbasis IPTEK, budaya, dan Core Values kualitas.
       a.  Dalam bidang Manajemen Kurikulum
                        1.                  Menyusun program pembelajaran sesuai GBPP sesuai kurikulum yang berlaku
                              2.            Menyusun model satuan pembelajaran (MSP) atau persiapan mengajar beserta pembagian waktunya
                              3.            Merencanakan dan melaksanakan program evaluasi pendidikan                  (tes formatif, tes sumatif, EBTA, Ujian Nasional, dsbnya)
                              4.            Memberikan bimbingan belajar kepada murid
                              5.            Membantu kelancaran distribusi tugas mengajar dan penjadwalan
                              6.            Mempertimbangkan perbaikan/penyempurnaan kurikulum guna penyesuaian dengan tuntutan masyarakat.
b.            Dalam bidang Manajemen Personalia
                              1.                                                                                    Memperlancar program supervisi
                              2.            Membantu pengisian identitas kepegawaian
                              3.            Membantu memperlancar kebijakan-kebijakan dalam kepegawaian seperti kenaikan pangkat, promosi, mutasi, pemberhentian karena pidana, pension, atau pelanggaran lainnya.
b.      Dalam bidang Manajemen Kesiswaan
                              1.            Menjadi penitia dalam penerimaan siswa baru
                              2.            Memberikan pertimbangan dalam kenaikan kelas atau kelulusan
                              3.            Ikut menyusun tata tertib/kode etik sekolah
                              4.            Membantu memberdayakan/mengembangkan serta mengawasi organisasi OSIS
                              5.            Berpatisipasi dalam kegiatan/upacara sekolah.
c.       Dalam bidang Manajemen Tatalaksana sekolah
                              1.            Ikut merencanakan penggunaan ruang belajar dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya
                              2.            Membantu penyusunan kalender sekolah
                              3.            Berpartisipasi aktif dalam rapat pengembangan program sekolah
                              4.            Ikut menyusun peraturan dan penyelenggaraan perpustakaan sekolah
                              5.            Membantu kelancaran ke tatalaksanaan sekolah
                              6.            Berpartisipasi dalam mengembangkan program kesejahteraan guru dan pegawai (gaji, pengobatan, koperasi, darmawisata, asuransi, seragam, kondisi kerja yang kondusif, system yang akuntabel dan mantap, bonus kepanitiaan/akhir semester/akhir tahun dsbnya)
                              7.            Ikut mengembangkan SIM dan MBS
d.      Bidang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
2.      Membantu inventarisasi perlengkapan belajar dan pembelajaran beserta kelengkapan lainnya
3.      Merencanakan buku pegangan guru dan murid
4.      Mengatur penggunaan laboratorium sekolah
5.      Membantu merawat/memelihara segala fasilitas pembelajaran yang ada di sekolah, termasuk kebersihan, kenyamanan penggunaan, keamanan dan keawetannya
6.      Membantu pengadministrasian buku-buku perpustakaan sekolah
7.      Membantu pengawasan dan pemeliharaan gedung, kesehatan siswa, dan kebersihan lingkungan sekolah.
e.       Bidang Manajemen Keuangan
1.Membantu memperlancar pemasukan keuangan sekolah
2. Membantu menyusunan RAPBS
3.Membantu penyusunan SPJ
4.Membantu mencari sponsor kegiatan sekolah
    f. Bidang Manajemen Bimbingan Konseling
1.      Membantu mengatasi permasalahan siswa, baik yang berkaitan dengan masalah pribadi, masalah pendidikan/belajar, masalah sosial, masalah karir
2.      Membantu guru BK/Konselor dalam mengatasi permasalahan siswa.
          g.Bidang Organisasi
                                    1.                                                                              Membantu penyusunan Tupoksi/deskripsi tugas guru/pegawai
                                    2.      Membantu pengembangan program-program organisasi sesuai tuntutan masyarakat
                                    3.      Membantu mensosialisasikan visi dan misi sekolah
                                    4.      Membantu penyusunan program pengembangan sekolah
                                    5.      Membantu penyusunan Renstra
                                    6.      Membantu menjabarkan butir-butir mutu sekolah
                                    7.      Membantu membangun kemitraan dengan stakeholders.
h.            Bidang Hubungan Masyarakat
1.  Agar antara sekolah dan masyarakat menjadi sinergis
2. Dapat melakukan pengabdian pada masyarakat, misalnya : memberkan ceramah, kerjasama bentuk lain terkait dengan kepentingan sekolah
3        Mensosialisasikan program-program sekolah, terkait dengan kebijakan sekolah dan pemerintah
4        Mengikuti rapat bersama Komite Sekolah
5        Menyusun laporan pendidikan ke instansi atas atau masyarakat
6        Ikut menjaga nama baik dan melakukan pencitraan public
7        Kerjasama dalam promosi sekolah, majalah sekolah, dsbnya
i.                                                                                          Manajemen Mutu Sekolah
Secara umum mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan pelanggannya. Dalam konteks pendidikan, maka pengertian mutu mencakup input, proses, dan out put serta out comes.
Budaya mutu harus tertanam di sanubari setiap warga sekolah, sehingga setiap perilaku individu sudah didasari profesionalisme. Elemen dalam budaya mutu meliputi :
                              1.            Informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengadili atau mengontrol orang
                              2.            Kewenangan harus sebatas tanggung jawab
                              3.            Hasil harus diikuti reward atau punishment
                              4.            Kolaborasi, sinergi, bukan kompetisi, harus merupakan basis kerjasama
                              5.            Warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya
                              6.            Atmosfer keadilan dan akademik harus ditanamkan
                              7.            Imbal jasa harus seimbang dengan nilai pekerjaan
                              8.            Warga sekolah harus memiliki komitmen, dan memiliki sekolah  




Komentar

Postingan Populer